Rangkuman Materi Seni Budaya Kelas 8 Bab 3 Gaya Bernyanyi Lagu Daerah

Kherysuryawan.id – Rangkuman Seni Budaya Kelas 8 Bab 3 Gaya Bernyanyi Lagu Daerah.

Pada kesempatan kali ini, pembahasan yang akan di sajikan melalui artikel ini yaitu tentang ringkasan dan rangkuman materi seni budaya kelas 8 khususnya materi yang ada pada bab 3 tentang Gaya Bernyanyi Lagu Daerah.

 


Dengan belajar menggunakan materi yang telah diringkas, maka tentunya akan lebih mudah untuk di pelajari baik oleh guru maupun oleh siswa. Melalui postingan ini saya akan memberikan sajian ringkasan materi seni budaya kelas 8 yang sekiranya bisa meudahkan bagi sahabat pendidikan yang akan menggunakannya.

 

Adapun meteri seni budaya kelas 8 bab 3 tentang Gaya Bernyanyi Lagu Daerah yang telah di sederhakan ini yaitu materi yang bersumber dari buku siswa seni budaya kelas 8 semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi terbaru. Bagi anda yang di sekolahnya menggunakan buku pelajaran tersebut maka anda bisa menggunakan ringkasan materi ini untuk menjadi tambahan atau modul yang bisa memudahkan anda untuk belajar.

 

Pembelajaran seni budaya dirancang berbasis aktivitas dalam sejumlah ranah seni budaya, yaitu seni rupa, seni musik, seni tari, dan teater yang diangkat dari kekayaan seni dan budaya sebagai warisan budaya bangsa. Aktivitas pembelajaran seni budaya tidak hanya dirancang di dalam kelas tetapi dapat melalui aktivitas baik yang diselenggarakan sekolah maupun di luar sekolah atau masyarakat sekitar.

 

Pada materi seni budaya kelas 8 SMP khususnya yang ada pada bab 3, maka materi yang akan di pelajari diantranya yaitu sebagai berikut :

 

A. Kedudukan dan Fungsi Musik dalam Tradisi Masyarakat Indonesia

B. Teknik dan Gaya Bernyanyi dalam Musik Tradisi

C. Menyanyi Secara Unisono

 

Khusus bagi siswa yang akan mempelajari materi seni budaya kelas 8 Bab 3 tentang Gaya Bernyanyi Lagu Daerah, maka ada beberapa tujuan pembelajaran yang harus dapat di capai pada pembelajaran ini, adapun tujuan tersebut yaitu sebagai berikut :

 

Setelah mempelajari Bab 3, siswa diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi keunikan lagu daerah Indonesia.

2. Membandingkan keunikan lagu daerah Indonesia.

3. Mengidentifikasi fungsi musik tradisi/daerah Indonesia.

4. Membandingkan fungsi musik tradisi dan fungsi musik masa kini.

5. Melakukan teknik dan gaya bernyanyi dalam musik tradisi.

6. Bernyanyi lagu daerah secara unisono.

7. Mengomunikasikan teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah secara unisono dalam musik tradisi baik dengan lisan maupun tulisan.


Baiklah bagi anda yang ingin melihat sajian materi seni budaya kelas 8 Bab 3 tentang Gaya Bernyanyi Lagu Daerah, maka berikut ini sajian materi lengkapnya :


BAB 3 GAYA BERNYANYI LAGU DAERAH

A. Kedudukan dan Fungsi Musik dalam Tradisi Masyarakat Indonesia

Penampilan musik daerah di Indonesia sering ber­[1]kaitan dengan musik tradisi. Penampilan musik daerah kadang-kadang menyatu dengan pertunjukan tari, digunakan sebagai pengiring dalam upacara-upacara adat, dan sering sebagai ilustrasi pergelaran teater tradisi serta sebagai media hiburan. Musik daerah pada umum[1]nya memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat pendukungnya.

 

Secara umum, musik berfungsi sebagai media rekreatif/hiburan untuk menanggalkan segala macam kepenatan dan keletihan dalam aktivitas sosial budaya sehari-hari.

 

Berikut beberapa fungsi musik bagi masyarakat.

1. Sarana Upacara Adat

2. Musik Pengiring Tari

3. Media Bermain

4. Media Penerangan

 

B. Teknik dan Gaya Bernyanyi dalam Musik Tradisi

Mungkin kamu bingung melihat penampilan penyanyi musik tradisi berpakaian ketat bahkan memakai stagen, bernyanyi dengan posisi bersimpuh, tetapi suaranya terdengar merdu dan menarik! Hal inisesuai dengan peribahasa bahwa ”Banyak jalan menuju Roma”, artinya banyak cara yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan atau cita-cita.

 

Masyarakat dan suku bangsa asli Papua menari sekaligus bernyanyi dan bermain Tifa yaitu alat musik pukul dengan sumber bunyi membran (alat musik gendang masyarakat Papua) dalam kelompok. Stamina mereka tetap terjaga, mereka memakan ulat sagu yang kaya akan protein.

 

Musik vokal dalam musik tradisi di Indonesia amat beragam. Pada masyarakat Sunda diCianjur dikenal dengan sebutan mamaos atau mamaca. Mamaos adalah tembang yang telah lama dikenal jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada awalnya mamaos dinyanyikan kalangan kaum laki-laki. Namun, selanjutnya mamaos juga dinyanyikan oleh kaum perempuan. Banyak kalangan perempuan yang terkenal dalam menyanyikan mamaos, seperti Rd. Siti Sarah, Rd. Anah Ruhanah, Ibu Imong, Ibu O’oh, Ibu Resna, dan Nyi Mas Saodah. Bahan mamaos berasal dari berbagai seni suara Sunda seperti pantun, beluk (mamaca).

 

Penyanyi musik tradisi amat memperhatikan kesehatan badan dengan mengonsumsi jamu tradisional.

Penyanyi musik tradisi disebut Pesindhén, atau sindhén (dari Bahasa Jawa) adalah sebutan bagi perempuan yang bernyanyi mengiringi gamelan, umumnya sebagai penyanyi satu-satunya. Pesindhén yang baik harus mempunyai kemampuan komunikasi yang luas dan keahlian vokal yang baik serta kemampuan untuk menyanyikan tembang.

 

Istilah sinden juga digunakan untuk menyebut hal yang sama di beberapa daerah seperti Banyumas, Yogyakarta, Sunda, dan Jawa Timur yang berhubungan dengan pergelaran wayang maupun klenengan. Sinden tidak hanya tampil sendiri dalam pergelaran tetapi untuk saat ini bisa mencapai delapan hingga sepuluh orang bahkan lebih untuk pergelaran yang sifatnya spektakuler.

 

C. Bernyanyi secara Unisono

Bernyanyi unisono adalah bernyanyi satu suara. Banyak masyarakat dari beberapa suku di Indonesia yang hanya terbiasa bernyanyi dalam satu suara, yaitu sesuai dengan melodi pokoknya saja.

 

Lagu daerah yang ada di setiap provinsi merupakan warisan budaya. Mengenal budaya di setiap daerah tidak harus dengan berkunjung ke daerah tersebut. Banyak yang dapat dipelajari dari sebuah lagu daerah. Kita dapat mengerti bahasa daerah walaupun tidak semahir orang yang tinggal di sana. Lagu yang diciptakan di setiap daerah sebagai warisan budaya mengandung nilai-nilai yang baik.

 

Berikut ini beberapa jenis lagu daerah dari beberapa daerah yang dapat dinyanyikan secara unisono :

1. Pakarena dari Sulawesi selatan

2. sirih kuning dari Jakarta

3. Ampar-ampar pisang dari Kalimantan selatan

4. kicir-kicir dari Jakarta

5. sarinande dari maluku

6. yamko rambe yamko dari papua barat

 

itulah ringkasan materi seni budaya kelas 8 Bab 3 tentang Gaya Bernyanyi Lagu Daerah. Dari ringkasan tersebut maka dapat ditarik sebuah rangkuman materinya yaitu sebagai berikut :

 

Musik dan lagu-lagu daerah di Indonesia sangat beragam. Setiap daerah memiliki gaya dalam menyanyikan lagu-lagu daerah masing-masing. Lagu-lagu daerah biasanya berisi nilai-nilai moral yang perlu diwariskan. Lagu-lagu daerah juga ada yang ditampilkan dengan melakukan permainan tradisional.

 

Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Pelestarian dan pengembangan warisan budaya ini dapat dilakukan dengan tetap menyanyikan sesuai situasi dan kondisi tempat lagu tersebut harus dinyanyikan.

 

Demikianlah ringkasan dan rangkuman materi pada mata pelajaran seni budaya kelas 8 khususnya pada Bab 3 tentang Gaya Bernyanyi Lagu Daerah. Semoga postingan ini yang telah menyajikan tentang ringkasan dan rangkuman materi seni budaya kelas 8 senantiasa bisa bermanfaat bagi siapapun khususnya bagi warga pendidikan yang sedang membutuhkannya.

Sekian dan Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel