Rangkuman Seni Budaya Kelas 7 bab 7 Meragakan Adegan Fragmen

Kherysuryawan.id – Rangkuman materi seni budaya kelas 7 Bab 7 “Meragakan Adegan Fragmen”.

Sahabat pendidikan, pada kesempatan kali ini saya akan kembali memberikan sajian materi pelajaran khususnya materi seni budaya kelas 7 Bab 7 tentang Meragakan Adegan Fragmen. Materi ini nantinya akan di pelajari pada pembelajaran di semester 1 kurikulum 2013.

 


Kita ketahui bahwa pada pembelajaran kurikulum 2013 setiap sekolah sudah memiliki buku paket kurikulum 2013 untuk semua mata pelajaran. Nah pada pembelajaran seni budaya kelas 7 maka buku yang akan digunakan yaitu buku siswa dan buku guru seni budaya kelas 7 kurikulum 2013 edisi revisi terbaru.

 

Pembelajaran seni budaya dirancang berbasis aktivitas dalam sejumlah ranah seni budaya, yaitu seni rupa, seni musik, seni tari dan teater yang diangkat dari kekayaan seni dan budaya sebagai warisan budaya bangsa. Aktivitas pembelajaran seni budaya tidak hanya dirancang di dalam kelas tetapi dapat melalui aktivitas baik yang diselenggarakan oleh sekolah maupun di luar sekolah atau masyarakat sekitar. Materi muatan lokal dapat ditambahkan pada materi pembelajaran seni budaya yang digali dari kearifan lokal dan relevan dalam kehidupan siswa sehingga diharapkan dapat menambah pengayaan dari buku ini.

 

Pembelajaran seni budaya menekankan pada pendekatan belajar siswa aktif. Siswa diajak dan berani untuk mencari sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekolah, rumah atau tempat tinggal serta masyarakat. Guru dapat memperkaya kreasi dalam bentuk aktivitas lain yang sesuai dan relevan yang bersumber pada dari lingkungan sosial dana alam sekitar.

 

Melalui postingan ini saya akan memberikan ringkasan atau lebih tepatnya rangkuman materi seni budaya untuk pembelajaran di kelas 7 SMP khususnya pada materi Bab 7 tentang Meragakan Adegan Fragmen. Tentunya dengan mempelajari materi yang telah diringkas akan semakin memudahkan para pelajar yang akan menggunakannya sebagai bahan pebelajaran.

Seluruh materi ini merupakan materi yang bersumber dari buku siswa seni budaya kelas 7 kurikulum 2013 edisi revisi terbaru.

 

Adapun materi yang akan di pelajari pada pelajaran seni budaya kelas 7 Bab 7 yaitu sebagai berikut :

 

A. Pengertian Fragmen

B. Teknik Dasar Akting Teater

 

Dalam mempelajari materi seni budaya kelas 7 Bab 7 ini, maka siswa dituntut untuk bisa mendapatkan beberapa manfaatnya diantaranya yaitu sebagai berikut :

 

Pada Bab 7, siswa diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni teater, yaitu

1. mengidentifikasi berbagai teknik dasar bermain akting teater;

2. mendeskripsikan teknik dasar bermain akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa;

3. melakukan teknik dasar akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa;

4. mengasosiasi teknik dasar akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa dengan sikap dan kehidupan sosial budaya di masyarakat dan

5. mengomunikasikan penampilan teknik dasar bermain akting teater berdasar[1]kan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa secara lisan atau tertulis.

 

Setelah mengetahui dari tujuan pembelajaran yang harus dicapai pada pembelajaran ini, maka berikut ini ringkasan materi seni budaya kelas 7 Bab 7 yang disajikan di bawah ini :

 

Bab 7 Meragakan Adegan Fragmen

A. Pengertian Fragmen

Fragmen merupakan cuplikan atau petikan sebuah cerita, lakon yang dipentasikan, baik di atas panggung maupun di depan kelas. Fragmen sering juga disebut sebuah pementasan teater dengan durasi yang singkat. Pementasannya hanya beberapa adegan inti dengan jalan cerita sederhana. Fragmen dapat dijadikan sebagai pentas sederhana pada sebuah pertunjukan teater. Pertunjukan teater biasanya menggunakan naskah drama yang cukup panjang dengan banyak babak, maupun adegan. Nah, sebelum memainkan naskah teater yang panjang dan cukup rumit, sebagai latihan permulaan dapat memainkan cuplikan adegan yang diambil dari sebuah naskah teater yang sudah ada ataupun membuat naskah sendiri. Begitupun pementasannya tidak perlu di atas panggung teater yang biasa dipakai oleh grup-grup teater.

 

Apa itu seni teater? 

Mari kita telusuri pengertian teater. Teater berasal dari kata Theatron (Yunani) yang artinya tempat pertunjukan, ada yang mengartikan gedung pertunjukan, ada juga yang mengartikan panggung (stage). Dalam arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan di depan orang banyak. Sedangkan arti sempit teater adalah kisah hidup manusia yang ditampilkan di atas pentas, disaksikan oleh penonton. Media ungkap yang digunakan yaitu percakapan, gerak, dan laku (akting) dengan atau tanpa dekorasi, didasarkan pada konsep, naskah yang lengkap dengan diiringi ilustrasi musik, nyanyian maupun gerakan.

 

B. Teknik Dasar Akting Teater

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan akting?

 

Akting adalah perwujudan peran sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh naskah dan sutradara baik secara fisik maupun psikis. Peran yang dimainkan oleh aktor sebutan populer bagi pemeran teater, harus sesuai tuntutan tokoh bila berlebihan bisa mengakibatkan over acting, atau aktingnya berlebihan. Juga jangan sampai under acting, kekuatan aktingnya kurang.

 

Berikut ini gambar latihan dasar akting teater


 

Dari mana modal akting tersebut?

 

Modal akting adalah pengalaman hidup sehari-hari, baik pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain yang ditampilkan kembali di depan penonton. Untuk menampilkan akting yang baik diperlukan latihan yang tekun dan disiplin. Latihan itu meliputi olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa.

 

1. Olah Tubuh

Tubuh merupakan elemen dasar dalam bermain teater. Tubuh menjadi pusat perhatian penonton saat seorang aktor teater di atas panggung. Tubuh merupakan bahasa simbol dan isyarat dalam bermain teater.

 

Hal utama yang harus dilakukan pada latihan olah tubuh adalah melakukan latihan dalam kondisi bugar, segar, dan menyenangkan. Buat semua latihan seperti permainan yang dilakukan dengan gembira. Mulai dengan meregangkan seluruh persendian dan otot tubuh. Mulai dari bagian kepala sampai bagian kaki.

 

a. Bagian Kepala

Contoh latihan pada bagian kepala berdasarkan petunjuk berikut ini.


Lakukanlah gerakan kepala ke kiri-ke kanan secara teratur, setelah itu berputar penuh kemudian berganti arah sebaliknya. Lakukan secara berulang sampai dirasakan cukup. Efek yang akan terasa ringan otot bagian kepala.

 

b. Bagian Tangan



Latihan pada tangan ditujukan untuk mengolah persendian, kekuatan otot dan kelenturan otot tangan. Pengolahan gerak tangan lebih bervariasi karena dapat dilakukan ke segala arah. Tangan dapat dilakukan lurus ke atas, ke samping, ke depan, memutar telapak tangan, melentikkan jari-jari tangan, serta gerakan lainnya.

 

c. Bagian Badan

Bagian badan meliputi bagian perut, dada dan punggung. Pengolahan ketiga bagian badan ini memiliki peran penting bagi seorang pemain teater karena merupakan bagian yang memberikan efek pada sikap tubuh peran. Latihan yang dilakukan pada bagian badan ini dapat dilakukan menggerakkan dan melenturkan badan ke depan dengan membungkuk, ke belakang dengan menekuk pada bagian perut sehingga tubuh melengkung k e belakang.

 

d. Bagian Pinggul

Bagian pinggul juga penting untuk diolah agar gerakan tubuh lebih lentur dan fleksibel. Pada bagian pinggul, gerakan tubuh dapat dilakukan ke samping, ke depan, dan membungkuk.

 

e. Bagian Kaki

Kaki memiliki peran penting. Kekuatan kaki perlu dilatih sehingga kita dapat tetap tegak berdiri di atas panggung. Berdiri di atas satu kaki merupakan salah satu latihan keseimbangan tubuh.

 

2. Olah Suara

Seorang pemain teater harus memiliki kemampuan mengolah suara yang baik. Suara merupakan faktor penting karena sebagai penyampai pesan kepada penonton. Penguasaan intonasi, diksi, artikulasi. Setiap kata yang diucapkan harus jelas dan wajar sesuai dengan tuntutan karakter tokoh yang diperankan. Seorang aktor perlu latihan olah suara dengan tahapan-tahapan tertentu. Latihan olah suara da[1]pat dilakukan dengan mengucapkan kata vokal seperti a, i, u, e, o sesuai dengan bentuk mulut. Nah sekarang cobalah berlatih bentuk mulut dalam pengucapan huruf vokal a, i, u, e, o.

 

Dalam latihan olah suara, terutama yang berhubungan dengan membaca naskah atau puisi, perlu di perhatikan juga tekanan kata, jiwa kalimat, tempo, dan irama.

a. Tekanan kata

Tekanan pada kata tertentu yang perlu ditonjolkan dalam suatu kalimat untuk suatu kepentingan.

 

b. Jiwa kalimat

merupakan usaha atau teknik menghidupkan kalimat dengan bantuan emosi suara.

 

c. Tempo dan irama

Tempo dan irama adalah pengolahan suara dengan memperhatikan dina[1]mika, artinya suara yang dihasilkan tidak monoton tetapi bervariasi. Latihan mengucapkan kata dan kalimat dengan berbagai irama yang berbeda, cepat, lambat, tegas, dan mendayu-dayu.

 

3. Olah Rasa

Akting pada dasarnya menampilkan keindahan dan keterampilan seorang aktor dalam mewujudkan berbagai pikiran, emosi, perasaan, dan sosok peran yang sedang dimainkan sesuai dengan karakter.

 

a. Latihan Konsentrasi

Latihan konsentrasi adalah latihan memusatkan pikiran kita pada suatu objek sesuai dengan tujuan. Misalnya, pikiran fokus pada hapalan naskah, lawan main, dan pada permainan di atas panggung. Pikirannya tidak terbagi dengan berbagai hal yang lain.

 

b. Latihan Imajinasi

Latihan imajinasi adalah latihan mengolah daya khayalmu, seolah-olah hal itu terjadi saat ini dan kamu rasakan. Latihan ini bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berimajinasi bersama.

 

c. Latihan Ingatan Emosi

Latihan ini adalah latihan mengingat-ingat lagi berbagai emosi yang pernah kamu alami ataupun pernah melihat orang lain dengan emosinya. Seperti melihat orang sedih, gembira, marah, kecewa, ragu-ragu, putus asa, kegelian, lucu, tertawa terbahak-bahak dan berbagai emosi lainnya.

 

Demikianlah ringkasan materi seni budaya kelas 7 Bab 7 semester 1, dan untuk rangkuman materinya maka anda bisa melihatnya di bawah ini :

 

Seorang pemain teater penting untuk memiliki kemampuan teknik dasar akting teater. Ada tiga kemampuan dalam teknik dasar akting teater yaitu;

(1) olah tubuh;

 

(2) olah suara; dan

 

(3) olah rasa.

Ketiga kemampuan tersebut merupakan satu kesatuan utuh.

 

Olah tubuh berfungsi untuk fleksibilitas gerak sehingga pemain dapat melakukan bahasa tubuh dengan baik. Olah suara berfungsi agar pemain memiliki kemampuan intonasi, dan artikulasi secara baik. Olah rasa berfungsi agar pemain mampu memusatkan pikiran dan memainkan daya khayal dan emosinya untuk menghayati karakter tokoh yang dimainkan

 

Itulah ringkasan / rangkuman materi seni budaya kelas 7 Bab 7 tentang meragakan adegan fragmen yang bisa saya sajikan melalui postingan ini, semoga postingan ini bisa bermanfaat dan bisa membantu para pelajar yang akan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran baik belajar di rumah maupun belajar di sekolah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel