Rangkuman Matematika Kelas 11 Bab 3 Kurikulum Merdeka

Kherysuryawan.id – Rangkuman Materi pelajaran Matematika Kelas 11 SMA/SMK Bab 3 “Statistika” Semester 2 Kurikulum Merdeka.

Selamat berjumpa kembali di website pendidikan ini. Pada kesempatan kali ini admin kherysuryawan akan kembali memberikan informasi pendidikan yaitu yang berhubungan dengan salah satu materi pelajaran yang akan di pelajari di kurikulum merdeka kelas 11 SMA/SMK yaitu materi pada mata pelajaran matematika.

 


Disini admin kherysuryawan telah menyiapkan rangkuman atau ringkasan materi untuk mata pelajaran matematika kelas 11. Rangkuman yang akan di berikan disini ialah rangkuman materi matematika kelas 11 SMA/SMK yang ada pada Bab 3 kurikulum merdeka dengan judul “Statistika”. Materi ini nantinya akan dipelajari di Semester 2 kurikulum merdeka.

 

Untuk memudahkan dalam belajar maka diperlukan sebuah ringkasan atau rangkuman. Olehnya itu pada kesempatan ini admin kherysuryawan sengaja membuatkan rangkuman materi matematika kelas 11 Bab 3“Statistika” ini agar bisa menjadi bahan belajar yang dapat memudahkan siswa dalam memahami topik pembelajaran yang akan di pelajari pada mata pelajaran matematika di kelas 11 SMA/SMK kurikulum merdeka.

 

Materi Bab 3 “Statistika” yang akan dipelajari pada mata pelajaran matematika kelas 11 SMA/SMK kurikulum merdeka memuat beberapa materi pokok atau materi inti. Berikut ini susunan materi matematika yang akan dipelajari pada Bab 3 Semester 2 :

 

A. Diagram Pencar atau Diagram Scatter

B. Regresi Linear

1. Pengertian

2. Metode Kuadrat Terkecil

C. Analisis Korelasi

1. Pengertian

2. Korelasi Product Moment

3. Koefisien Determinasi

 

Dalam mempelajari materi matematika kelas 11 SMA/SMK Bab 3 “Statistika” ada beberapa tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai setelah mempelajarinya, diantaranya yaitu sebagai berikut :

 

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat:

1. Menggambar diagram pencar atau diagram scatter data bivariat

2. Menginterpretasikan diagram pencar atau diagram scatter data bivariat

3. Menentukan arah dan bentuk tren data bivariat dari diagram pencar atau diagram scatter

4. Menggambar persamaan garis regresi linear

5. Menentukan persamaan garis regresi linear

6. Menginterpretasikan persamaan garis regresi linear

7. Menerapkan interpolasi dan ekstrapolasi data berdasarkan suatu persamaan garis regresi linear

8. Menghitung nilai korelasi product moment dan koefisien determinasi

9. Menginterpretasikan nilai korelasi product moment dan koefisien determinasi dalam proses analisis regresi linear

 

Baiklah bagi anda yang ingin melihat sajian rangkuman/ringkasan materi pelajaran matematika kelas 11 SMA/SMK Bab 3 “Statistika” yang akan di pelajari di Semester 2 kurikulum merdeka, maka silahkan simak rangkuman materinya di bawah ini:

 

Bab 3 Statistika

A. Diagram Pencar atau Diagram Scatter

Dalam suatu penelitian sederhana, terpilih sampel tujuh YouTuber dan diperoleh informasi mengenai rata-rata waktu yang didedikasikan per hari dan banyak subscribers mereka pada saat itu (dibulatkan ke ratusan ribu). Informasi yang diperoleh adalah sebagai berikut.

Peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara rata-rata waktu yang didedikasikan per hari dan banyak subscribers dari data yang diperoleh di atas.

 

Kita akan menyajikan data dari Tabel diatas ke dalam bentuk diagram pencar atau diagram scatter. Ayo letakkan pasangan-pasangan data rata-rata waktu dan banyak subscribers dalam bentuk pasangan titik koordinat (rata-rata waktu, banyak subscribers) dalam diagram di bawah ini.


Diagram pencar atau diagram scatter digunakan saat kalian perlu menyajikan data yang terdiri atas dua variabel kuantitatif atau sering juga disebut sebagai data bivariat.

 

Pada contoh permasalahan di atas, rata-rata waktu disebut sebagai variabel independen. Variabel independen adalah variabel yang akan digunakan untuk membuat prediksi terhadap nilai variabel dependen. Variabel independen digambarkan pada bagian sumbu X di diagram pencar, sedangkan banyak subscribers disebut sebagai variabel dependen. Variabel dependen adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen digambarkan pada sumbu Y di diagram pencar.

 

Hal lain yang perlu dibedakan adalah konsep korelasi dan sebab-akibat. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan sebab-akibat jika perubahan pada salah satu variabel mengakibatkan perubahan pada variabel lainnya. Hanya karena dua variabel memiliki korelasi, tidak berarti selalu ada hubungan sebab-akibat pada keduanya, karena korelasi hanya melihat pada polanya.

 

Permasalahan mengenai rata-rata waktu dan banyak subscribers menyatakan bahwa ada korelasi antara kedua variabel tersebut, namun bukan berarti dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan sebab-akibat. Masih banyak variable lain yang perlu dipertimbangkan untuk menarik kesimpulan sebab-akibat, misalnya sudah berapa lama menjadi YouTuber, tingkat efektivitas kerja, dan lainnya. Hal ini memerlukan studi yang lebih mendalam dan kompleks.

 

Di dalam sebuah kesimpulan hasil analisis, apakah cukup hanya dengan mengatakan bahwa dua variabel memiliki korelasi? Ternyata ada jenis-jenis korelasi berdasarkan arah dan bentuk tren datanya untuk membedakan satu dengan yang lainnya. Dalam permasalahan rata-rata waktu dan banyak subscribers, diperoleh bahwa mereka mempunyai korelasi positif yang artinya adalah semakin meningkat rata-rata waktu maka semakin meningkat juga banyak subscribers, dan bentuk tren data mereka adalah linear karena pola tren data yang menyerupai garis lurus.

 

Perhatikan diagram berbagai jenis korelasi berikut ini.


1. Ayo pasangkan (a), (b), (c), (d), dan (e) dengan pilihan kategori A, B, C, D atau E yang tepat sesuai deskripsi pada tabel di bawah ini. Pilihan kategori boleh untuk lebih dari satu diagram.


2. Jika ada kategori yang tidak dapat dipasangkan dengan diagram-diagram di atas, gambarlah sketsa diagram pencar yang menggambarkan kategori tersebut.

 

Jawaban :

1. (a) → A, (b) → A, (c) → B, (d) → C, (e) → D

2. Kategori yang tidak ada adalah E. Berikut ini sampel diagram yang mungkin.


B. Regresi Linear

1. Pengertian


Di antara semua garis yang mungkin dibentuk, hanya ada satu garis yang paling tepat yang disebut sebagai garis best-fit. Garis ini merupakan model linear yang memperkirakan hubungan antara dua variabel kuantitatif pada diagram pencar tersebut. Model regresi yang memberikan hubungan garis lurus antara dua variabel ini disebut regresi linear.

 

Berikut ini gambar contoh regresi linear


Gambar diatas memberikan contoh bagaimana suatu garis best-fit digambar di antara titik-titik pada diagram pencar. Garis ini tidak harus melalui titik-titik tersebut karena hanya bersifat estimasi. Namun, bisa saja garis melewati satu titik atau lebih pada saat penggambaran. Tapi satu hal yang pasti adalah garis tersebut selalu melewati pasangan titik koordinat rata-rata nilai x dan y, (x, y).

 

2. Metode Kuadrat Terkecil

Metode kuadrat terkecil ditemukan oleh Carl Friedrich Gauss (1777–1855) dari Jerman, Adrien-Marie Legendre (1752–1833) dari Prancis, dan Robert Adrain (1775–1843) dari Irlandia sekitar 200 tahun yang lalu yang masing-masing bekerja secara terpisah.


Gambar 3.8 memberikan gambaran bahwa ada selisih antara nilai variabel dependen (y) dari data asli dengan nilai variabel dependen (yˆ yang dibaca y topi) dari garis regresi. Selisih antara nilai variabel dependen yang diamati (y) dan nilai variabel dependen yang diprediksi (yˆ) disebut sebagai residu (ε yang dibaca epsilon). Maka dari itu, rumus residu ditulis sebagai berikut.

Residu (ε) = y − yˆ

 

Semakin kecil jumlah nilai mutlak residu ini, maka garis semakin dekat ke data asli yang artinya semakin tepat pula garis yang digambar.

 

Meskipun demikian, perhitungan yang dilakukan ternyata tidak cukup hanya menggunakan konsep jumlah nilai mutlak residu, namun harus menggunakan konsep jumlah kuadrat dari nilai residu (rumus tertulis di bawah paragraf ini) seperti pada konsep perhitungan varians suatu data. Konsep jumlah kuadrat dari nilai residu dapat memberikan karakteristik khusus untuk membedakan setiap garis regresi yang mungkin terbentuk dari suatu kumpulan data yang tidak dapat diberikan oleh konsep jumlah nilai mutlak residu.


Perlu diingat bahwa setiap kumpulan data mempunyai jumlah kuadrat residu terkecil yang dapat dicapai oleh model garisnya. Dasar inilah yang digunakan dalam penurunan rumus untuk mencari persamaan garis regresi.

 

Sama halnya untuk mendapatkan persamaan garis lurus pada umumnya, persamaan garis regresi sering dituliskan dalam bentuk umum berikut ini.

yˆ = a + bx

Bentuk persamaan di atas dibaca sebagai regresi y atas x, di mana:

yˆ adalah nilai variabel dependen yang diprediksi

x adalah nilai variabel independen

a adalah titik potong sumbu y

b adalah gradien garis regresi

 

C. Analisis Korelasi

1. Pengertian

Analisis korelasi merupakan salah satu metode statistika yang paling banyak digunakan di dalam berbagai penelitian ilmiah.

Ketika kita mengambil kesimpulan dari suatu data, tentunya kita perlu suatu standar yang pasti agar setiap orang tidak mengambil kesimpulan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, suatu korelasi memiliki suatu standar nilai tingkat korelasi. Nilai ini merupakan ukuran deskriptif numerik dari korelasi yang disebut koefisien korelasi. Koefisien ini akan memberikan informasi arah tren data dan sekaligus tingkat korelasinya apakah kuat, sedang, atau lemah.

 

Ternyata ada hal yang bisa lebih tepat untuk menentukan ketepatan suatu garis. Hal ini dapat dilihat dari berapa proporsi (persentase) dari variabel dependen yang diterangkan oleh variabel independen yang disebut sebagai koefisien determinasi.

 

2. Korelasi Product Moment

Pada bagian ini kalian akan diperkenalkan mengenai konsep koefisien korelasi. Koefisien korelasi yang akan kalian gunakan adalah Korelasi Product Moment. Terkadang nama penemunya juga dimasukkan ke dalam nama korelasi ini sehingga menjadi Korelasi Pearson Product Moment atau Koefisien Korelasi Pearson. Koefisien korelasi ini merupakan jenis koefisien korelasi yang paling umum digunakan.

 

Konsep korelasi product moment ini tidak jauh dari konsep yang sering kita gunakan yaitu jumlah kuadrat. Kali ini kita akan menggunakan tiga jenis jumlah kuadrat di mana terdapat tambahan satu lagi dari yang sebelumnya. Ketiga jenis tersebut yaitu:


Untuk menghitung nilai Korelasi Product Moment (r), substitusikan nilai dari ketiga jenis jumlah kuadrat ke dalam rumus Korelasi Product Moment di bawah ini.


3. Koefisien Determinasi

Pada bagian ini kita akan mempelajari nilai yang menyatakan seberapa tepat suatu garis regresi dari perspektif proporsi (persentase) dari variabel dependen yang diterangkan oleh variabel independen yang disebut sebagai koefisien determinasi. Simbol yang digunakan adalah r2 .

 

Kalian telah mempelajari mengenai koefisien korelasi yang mempunyai simbol r, sehingga akan sangat mudah untuk memperoleh nilai koefisien determinasi (r2 ) yaitu hanya dengan menguadratkan koefisien korelasi (r) atau kalian dapat menggunakan jumlah kuadrat variabel (SSxy, SSxx, dan SSyy ) seperti perhitungan pada koefisien korelasi (r) kemudian substitusikan ke dalam rumus koefisien determinasi (r2 ) di bawah ini


Untuk melihat lebih jelas dan lengkap materi matematika kelas 11 SMA/SMK Bab 3 maka anda bisa melihatnya pada buku teks pelajaran matematika kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka. Bagi anda yang membutuhkan filenya maka silahkan dapatkan di bawah ini :

 

  • Buku Siswa dan Buku Guru Matematika Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka (DISINI)

 

Demikianlah pemaparan hasil rangkuman materi pelajaran matematika kelas 11 SMA/SMK Bab 3 “Statistika” yang bisa admin kherysuryawan bagikan pada kesempatan kali ini, semoga bisa menjadi bahan pembelajaran yang bermanfaat bagi para peserta didik maupun para guru yang membutuhkannya guna melakukan aktivitas pembelajaran pada kurikulum merdeka.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel