-->

Rangkuman Materi Prakarya Kelas 9 BAB 1 Kerajinan Bahan Keras

Kherysuryawan.id – Materi prakarya kelas 9 SMP BAB 1 Kerajinan Bahan Keras pada pembelajaran di semester 1.

Sahabat Pendidikan, pada postingan kali ini saya akan menyajikan rangkuman materi khususnya pada mata pelajaran prakarya. Adapun rangkuman materinya yaitu materi prakarya kelas 9 BAB 1 Kerajinan Bahan Keras. Jika anda yang membaca postingan ini sedang membutuhkan rangkuman materi sesuai judul diatas, maka anda bisa mendapatkannya melalui postingan ini.

 


Untuk memudahkan siswa dan guru dalam melakukan proses pembelajaran maka di butuhkan suatau ringkasan materi dari apa yang di pelajari. Di dalam sebuah rangkuman materi tentunya yang akan di ambil hanya materi inti atau point-point pentingnya saja sehingga akan memudahkan bagi para pelajara dalam menggunakannya sebagai bahan pembelajaran.

 

Dengan mempelajari rangkuman materi maka akan menghemat waktu belajar dan juga inti dari materi akan lebh cepat untuk di pahami jika dibandingkan dengan mempelajari seluruh isi materi yang ada pada buku pelajaran. Bagi anda yang terbiasa belajar dari rangkuman materi maka anda bisa berkreasi sendiri untuk membuat rangkuman materi sesuai kebutuhan masing-masing.

 

Di kesempatan ini saya akan membantu para pelajar dalam membuat rangkuman materi untuk mata pelajaran prakarya kelas 9 BAB 1 Kerajinan Bahan Keras. Adapun isi rangkuman yang saya sajikan pada postingan ini ialah bersumber dari buku siswa prakarya kelas 9 SMP kurikulum 2013 edisi revisi terbaru. Bagi anda yang ingin mengetahui isi dari rangkuman materi tersebut maka silahkan di simak rangkuman materinya di bawah ini :

 

BAB I KERAJINAN BAHAN KERAS

A. Prinsip Kerajinan Bahan Keras

Pengetahuan dalam keragaman bahan dan alat serta teknik yang digunakan dalam pembuatan kerajinan bahan keras merupakan cermin dari kepiawaian perajin dalam penciptaan karyanya.

 

Adapun prinsip pembuatan kerajinan bahan keras meliputi:

1. Keunikan Bahan Kerajinan

Bahan dasar yang dapat digunakan sebagai kerajinan yaitu dapat dibuat dari bahan alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik. Semua bahan dapat diperoleh dari alam, maupun diolah sendiri, bahkan hingga memanfaatkan bahan limbah yang ada di lingkungan sekitar. Seorang perajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyak orang dan bernilai jual.

 

2. Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan

Banyaknya bentuk produk kerajinan tidak lepas dari gagasan ataupun ide manusia yang dapat berawal dari suatu pikiran dan kehendak melalui tindak cipta karsa. Apa yang selanjutnya dihasilkan dapat merupakan seperangkat karya dengan muatan pesan tertentu yang sangat ditentukan oleh penciptaan kreatif manusia. Oleh sebab itu pesan yang dapat kita peroleh berdasarkan proses berkarya ini dapat kita pilah sebagai berikut:

1. Produk dengan nilai fungsional.

2. Produk dengan nilai informatif.

3. Produk dengan nilai simbolik.

4. Produk dengan nilai prestise (wibawa).

 

3. Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan

Proses pembuatan sebuah produk kerajinan tidak terlepas dari salah satu unsur penting yaitu bagaimana melakukan pertimbangan saat membuat rancangan yang dapat melibatkan berbagai aspek teknologi serta mengandung tanggung jawab terhadap budaya bangsa Indonesia. Produk kerajinan mengandung banyak faktor yang perlu menjadi bahan acuan dan pertimbangan.

 

Adapun faktor-faktor permasalahan obyektif yang diperlukan untuk diketahui sebelum perancangan adalah sebagai berikut:

1. Faktor Teknis

• metode produksi yang handal

• penerapan daya mesin atau manual, dan,

• tingkat kemahiran sumber daya manusianya.

2. Faktor Ekonomis

• pemasaran yang tahan persaingan,

• sistem pemasokan atau distribusi,

• kebijakan penciptaan (hak cipta),

• nilai jual dan keberadaan suku cadang (sumber daya bahan dan alat), serta

• selera masyarakat terhadap produk tersebut.

3. Faktor Ergonomis

• kenyamanan

• keamanan

• kesesuaian

• kepraktisan

4. Faktor Sains dan Teknologi

• terdapat unsur kebaruan atau temuan baru (inovasi atau modifi kasi)

• selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi

5. Faktor Estetika

• menampilkan bentuk keindahan

• memiliki daya pikat

• terjadi keserasian

• penggarapan yang rinci/detail

• perupaan atau pewarnaan

• kesan atau gugahan yang ditampilkan

6. Faktor Kondisi Lingkungan

• nilai budaya

• kondisi lingkungan atau wilayah setempat

 

 

B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Keras

Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan terbagi dalam dua jenis, yaitu:

 

1. Bahan Keras Alam

Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang dipereloh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan Indonesia. Sifatnya pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Contoh bahan keras alam yang kita kenal adalah kayu, bambu, rotan dan sebagainya.

 

Berikut ini Aneka bahan keras alam;

a. kayu

b. bambu, dan

c. rotan.

 


 

2. Bahan Keras Buatan

Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama. Beragam karya kerajinan dari bahan keras buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kaleng, kaca, dan sebagainya.

 

Berikut ini Bahan keras buatan;

a. kaleng,

b. kaca.

 


 

Berikut ini yang merupakan ciri-ciri dari bahan keras, yaitu:

1. Bahan Keras Alam

Bahan keras alam adalah bahan yang berasal dari sumber daya alam hutan, bumi, dan laut yang bersifat keras.

a. Kayu

• Kayu terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya; mahoni, pinus, jati, hitam, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dan sebagainya.

• Masing-masing kayu memiliki ciri yang berbeda. Tetapi selain keras rata-rata memiliki serat atau urat kayu yang indah.

• Memiliki lingkaran tahun.

• Tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir.

• Ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.

• Sebagian dapat memuai karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati.

 

b. Bambu

• Batangnya kuat, namun akan terjadi pelapukan jika terkena air terus menerus.

• Memiliki rongga dari ukuran 1 cm hingga 20 cm. Sehingga dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan.

• Memiliki ruas batang. Ruas inilah yang unik. Terkadang dalam pembuatan kerajinan sangat ditonjolkan.

• Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.

• Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.

 

c. Rotan

• Batangnya kuat, lebih kuat dari bambu. Terutama serat batangnya sangat kokoh.

• Rotan yang dimanfaatkan sebagai kerajinan ada yang berongga dan ada yang tidak. Yang berongga mempunyai ukuran ½ cm hingga 1 cm. Sedangkan yang tidak berongga merupakan bagian dalam dari rotan.

• Memiliki ruas batang namun lebih samar dibanding bambu.

• Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.

• Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.

• Rotan memiliki bentuk yang panjang bisa mencapai 10 meter karena hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.

 

2. Bahan Keras Buatan

Bahan keras buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari beberapa bahan dan bersifat keras.

a. Kaca

• Kaca wujudnya transparan dan bening.

• Ketebalannya bervariasi antara 1 mm – 2cm tergantung pada kebutuhan.

• Permukaannya licin dan kilap. Jika dilukis harus menggunakan cat khusus yang dapat menempel pada permukaan kaca.

• Kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas.

 

b. Logam

• Logam terdiri dari berbagai warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecoklatan, dan juga berwarna perak keabu-abuan.

• Bentuknya ada yang tebal dan berat, ada pula yang pipih dan tipis lagi ringan.

• Logam mudah terkorosi oleh udara, maka kadang dilapisi dengan krom atau lapisan emas murni. Ada pula yang melapisinya dengan cat. Oleh sebab itu perawatan pada produk kerajinan logam cukup membutuhkan perhatian agar tidak pudar.

 

C. Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras

1. Kerajinan Bahan Keras Alam

Berikut ini Beberapa kerajinan bahan keras :

 

a. Kerajinan Kayu

Kayu-kayu yang tergolong keras dapat dibuat karya kerajinan dengan teknik ukir atau pahat, selain itu juga dapat dengan teknik tempel atau sambung baik dengan perekat maupun dengan paku.

 

1) Bahan Produksi Pembuatan Kerajinan Bahan Kayu

Bahan utama yang digunakan dalam membuat kerajinan ini adalah kayu. Jenis kayu dapat dipilih dan disesuaikan dengan rancangan.

 

Berikut ini contoh Bahan pembuatan kerajinan kayu;

a. aneka kayu,

b. lem kayu, dan

c. cat kayu.

 


 

2) Alat Produksi Pembuatan Kerajinan Bahan Kayu

Peralatan kerajinan bahan kayu diataranya; gergaji, pahat, cukil, palu, kuas, amplas, dan beberapa mesin seperti; mesin bubut, mesin pemotong kayu, dan sebagainya.

 

Berikut ini Alat pembuatan kerajinan bahan kayu;

a. gergaji,

b. pahat,

c. palu,

d. cukil,

e. amplas,

f. kuas,

g. mesin bubut, dan

h. mesin potong.

 


 

3) Produk Kerajinan Kayu

Bahan keras kayu telah banyak diproduksi perajin dan seniman di berbagai daerah menjadi kerajinan yang kreatif dan berkualitas tinggi serta telah menjadi unggulan produk Indonesia. Dunia sudah mengakui keanekaragaman ukiran kayu buatan tangan-tangan terampil masyarakat Indonesia. Baik dari teknik manual hingga cetak, semua dibuat sangat apik dan unik.

 

Berikut ini adalah beberapa contoh Produk kerajinan kayu dengan berbagai teknik ukir dan bubut;

a. bingkai foto ukir,

b. vas bubut dan ukir,

c. aneka rumah adat dan kendaraan, dan

d. miniatur kendaraan.

 


 

4) Proses Pembuatan Kerajinan Kayu

Membuat kerajinan kayu dapat dilakukan dengan berbagai teknik. Dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan woodcraft.

 

Teknik yang dapat dilakukan dalam pembuatan kerajinan dari kayu diantaranya adalah teknik ukir, teknik bubut, teknik potong sambung, teknik bor, dan beberapa teknik lainnya. Dari sekian teknik tentunya yang paling sulit adalah teknik ukir, karena mengukir tidak sembarang orang bisa, diperlukan keterampilan yang baik agar hasilnya juga berkualitas dan tidak boros bahan dasar.

 

Berikut ini contoh gambar Proses pembuatan kerajinan dari kayu dalam bentuk papan nama:

 


 

5) Ragam Hias dalam Produk Kerajinan Kayu

Setiap ragam hias mempunyai makna simbol tertentu. Ragam hias dapat diperoleh pada benda-benda seperti kain, ukiran kayu, rumah adat, pakaian adat beserta asesorisnya, senjata daerah, musik daerah, dan lainnya.

 

Berikut ini contoh ragam hias dari beberapa daerah :

 


 

b. Kerajinan Bambu

Bambu merupakan sumber bahan bangunan yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Dari sekitar 1.500 spesies bambu di dunia, 125 spesies asli tumbuh di Indonesia. Bambu yang dipanen dengan benar dan diawetkan merupakan bahan yang kuat, fl eksibel, dan murah, yang dapat dijadikan bahan alternatif pengganti kayu yang kian langka dan mahal. Bambu dapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai estetis dan ekonomi tinggi.

 

1) Bahan Pembuatan Kerajinan Bambu

Bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan bambu adalah bambu batangan atau pun yang sudah disayat, dan sebagainya. Adapun beberapa jenis tanaman bambu yang dapat dijadikan produk kerajinan adalah; bambu andong, bambu tali, bambu atter, bambu talang, bambu tutul, bambu cendani, bambu cengkoreh, dan lainnya.

 

Bahan pembuatan kerajinan bambu;

a. aneka bambu,

b. pewarna politur,

c. lem kayu, dan

d. paku.

 

 

2) Alat Pembuatan Kerajinan Bambu

Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan bambu adalah parang, palu, gergaji, pisau raut, tang, tatah, meteran, kuas, bor, dan sebagainya.

 

Alat pembuatan kerajinan bambu;

a. parang,

b. palu,

c. gergaji,

d. pisau raut,

e. tang,

f. pahat,

g. meteran,

h. kuas, dan

i. bor

 


 

3) Produk Kerajinan Bambu

Produk kerajinan dari bahan bambu sudah banyak dibuat orang sejak dahulu kala. Keberadaaan sumber daya alamnya yang melimpah membuat kerajinan dari bahan bambu menduduki nilai jual yang relatif rendah, kecuali produk-produk berkualitas tinggi seperti interior rumah.

 

Berikut ini contoh Produk kerajinan dari bambu,

a. sandal,

b. aneka alat rumah tangga

 


 

4) Proses Pembuatan Kerajinan Bambu

Berikut ini cara memilih bambu yang baik untuk digunakan adalah:

• Pilihlah bambu yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

• Setelah ditebang, lalu potong sepanjang dua atau sampai tiga ruas.

• Simpan di tempat yang sejuk dan tegakan hingga 5 sampai 6 hari.

• Pilihlah bambu yang memiliki ruas paling panjang agar mudah dibentuk kerajinan apa saja.

 

 

c. Kerajinan Rotan

Rotan atau dalam Bahasa Inggrisnya adalah rattan merupakan sejenis tanaman akar-akaran liar yang banyak tumbuh di daerah hutan hujan tropis. Penghasil rotan mentah terbesar di Indonesia adalah Pulau Sulawesi dan Kalimantan, namun tumbuh juga di hutan hutan Sumatera, Jawa dan daerah lainnya.

 

1) Bahan Pembuatan Kerajinan Rotan

Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan kerajinan rotan adalah rotan, yang terbagi dalam 3 bagian; rotan kupasan/ kulit luar (pell) sebagai pengikat atau bahan anyaman, rotan batang yang langsung dipoles, dan rotan isi yang biasa disebut dengan fi trit/petrik. Selain rotan bahan lainnya adalah miyak tanah atau belerang untuk pemasakan. Politur dan cat warna.

 

Berikut ini contoh gambar rotan:

a. rotan batang,

b.rotan kupasan/kulit luar,

c. rotan isi / fi trit


 

2) Alat Pembuatan Kerajinan Rotan

Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan rotan adalah gunting rotan, palu, alat pembengkok, bor, amplas, gergaji, kompor, kuas cat, dan sebagainya.

 

3) Produk Kerajinan Rotan

Produk kerajinan rotan banyak dibuat perajin di berbagai daerah dengan beraneka bentuk.

Kerajinan rotan dibuat dalam bentuk benda pakai hingga benda hias. Diantaranya adalah kursi meja, lemari/rak, pembatas ruang, kuda-kudaan, lampit, tempat tidur bayi, aneka perabotan rumah tangga, tas wanita, hiasan dinding, dan masih banyak lagi.

 

4) Proses Kerajinan Rotan

Secara garis besar terdapat dua proses pengolahan bahan baku rotan, yaitu; pemasakan dengan minyak tanah untuk rotan berukuran sedang/besar dan pengasapan dengan belerang untuk rotan berukuran kecil.

 

Proses pembuatan anyaman rotan dilakukan beberapa tahapan antara lain:

a. Pembuatan kerangka.

Untuk produk ukuran besar seperti kursi, meja, lemari, rak, dan sebagainya dibentuk kerangka menggunakan rotan dengan diameter besar. Dimana dalam proses pembuatan kerangka menggunakan alat pembengkok agar rotan tersebut bisa dilekukkan sesuai dengan model desainnya.

 

b. Penganyaman.

Tujuannya untuk membentuk produk sesuai desain. Rotan yang digunakan dapat berupa rotan polis yang sudah dibersihkan kulitnya berwarna putih atau kulit rotan.

 

c. Pengecatan.

yaitu memberikan warna dasar pada produk tesebut dengan menggunakan kuas.

 

d. Proses finishing.

adalah proses yang merupakan tahap terakhir dalam proses pembuatan produk. Dimana dalam prosesnya yaitu antara lain dengan pengamplasan untuk menghilangkan bulu-bulu rotan. Baru kemudian rotan di vernis atau dipolitur.

 

2. Kerajinan Bahan Keras Buatan

a. Kerajinan Kaca

Kaca dapat dibentuk dengan cara dilukis. Lukis kaca adalah jenis kerajinan yang menampilkan gaya lukisan di atas media kaca. Gaya lukisan yang sering digunakan adalah dekoratif, karena lukisan dibuat dengan banyak elemen hiasan pada setiap ornamen yang digunakan.

 

1) Bahan Pembuatan Lukis Kaca

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan lukis kaca adalah kaca, cat, dan tiner.

 

2) Alat Pembuatan Lukis Kaca

Dalam pembuatan produk kerajinan lukis kaca diperlukan alat utama yaitu pena khusus yang berfungsi untuk mengeluarkan tinta outline pada obyek hias pada lukis kaca.

 

Berikut alat pembuat lukis kaca :

• Pena, digunakan untuk membuat outline obyek gambar sesuai desain.

• Kertas rancangan, digunakan sebagai obyek yang akan dilukis pada kaca.

• Pisau kertas, digunakan untuk mengerok gambar yang salah.

• Kuas, digunakan untuk mengecat. Kuas memiliki beberapa bentuk bulu/rambutnya, ada yang ujungnya terlihat rata dan ada yang terlihat lancip. Semua dipakai sesuai dengan kebutuhan saat melukis obyeknya.

• Meja, digunakan untuk alas pembuatan hiasan lukis kaca. Diperlukan meja dengan permukaan rata.

• Lap Lap digunakan untuk membersihkan sisa cat pada ujung pena ataupun pada kaca.

 

3) Produk Kerajinan Lukis Kaca

Kerajinan lukis kaca tidak hanya dibuat pada kaca dengan bentuk datar saja melainkan juga dalam bentuk cembung atau cekung. Banyak pula yang dilukis di permukaan gelas, piring atau botol. Dengan menggunakan teknik yang berbeda, hasilnya pun unik dan berbeda.

 

4) Proses Pembuatan Lukis Kaca

Di bawah ini ditampilkan proses pembuatan kerajinan lukis kaca. Tema yang diambil adalah wayang.

Tahap-tahapnya sebagai berikut Tampak pada gambar :

 


 

b. Kerajinan Logam

Bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau asesoris, berkembang pula sebagai benda hias dan fungsional lainnya, seperti gelas, teko, nampan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan. Bahan logam diolah dengan teknik bakar/ pemanasan, dan tempa.

 

1) Bahan Pembuatan Kerajinan Logam Bahan utama pembuatan kerajinan logam (besi, aluminium, perunggu, perak, emas, dan timah), biasanya berupa lembaran atau batangan, dan cat warna untuk logam yang tahan lama.

 

2) Alat Pembuatan Kerajinan Logam Alat pembuatan kerajinan logam di antaranya gunting, seng, cetakan, dan kuas.

 

3) Produk Kerajinan Logam Produk kerajinan logam yang dihasilkan para perajin dibuat dengan cara-cara tradisional. Produk yang dibuat biasanya sebagai asesoris, hiasan interior, perabotan rumah tangga dan sebagainya.

 

4) Proses Pembuatan Kerajinan Logam

Pembuatan kerajinan logam dilakukan dengan cara tradisional yaitu dibentuk dengan tangan dan bantuan alat seadanya. Di bawah ini disajikan pembuatan kaleng wadah kerupuk yang dibuat dengan desain sederhana dan sudah sejak lama desain tidak berubah namun menjadi unik dan masih banyak dicari orang karena klasiknya.

 


 

 

D. Kemasan Produk Kerajinan Bahan Keras

Kemasan secara umum dimaksudkan adalah sebagai bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan terhadap benda lain.

Untuk menampilkan kesan dan pandangan terhadap suatu isi produk, maka packaging biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai produk dengan baik.

 

 

E. Berkarya Kerajinan Bahan Keras

Dalam melakukan atau membuat karya kerajinan bahan keras, maka ada beberapa hal yang harus di perhatikan yaitu sebagai berikut :

a. Perencanaan

Meliputi : identifikasi kebutuhan, ide/gagasan

b. Pelaksanaan

meliputi : Menyiapkan bahan pembuatan kerajinan, Menyiapkan alat pembuatan kerajinan, Proses pembuatan kerajinan.

 

 

Dari ringkasan materi diatas, maka dapat diambil inti materi yaitu sebagai berikut :

-       Kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras yaitu bersifat pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk.

-       Bahan keras terbagi dua yaitu bahan keras alam dan buatan.

-       Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan Indonesia.

-       Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama.

-       Beragam benda kerajinan dari bahan keras alam dan buatan dapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kayu, bambu, rotan, kaleng, kaca dan sebagainya.

-       Teknik yang digunakan juga sangat bervariasi, diantaranya bisa berupa teknik pahat/ukir, cukil, anyam, potong sambung, lukis, batik, tatah, dan sebagainya.

-       Kemasan merupakan wadah sebuah produk kerajinan yang dapat melindungi produk, memudahkan penggunaan produk, memperindah penampilan produk, dan meningkatkan nilai jual sebuah produk.

 

Demikianlah rangkuman materi prakarya kelas 9 BAB 1 Kerajinan Bahan Keras pada semester 1 yang bisa saya sajikan melalui postingan ini, kiranya materi pelajaran prakarya yang telah saya sajikan diatas bisa bermanfaat bagi para siswa maupun guru yang akan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran.

Sekian dan Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel